DKP Gelar Sosialisasi Pengembangan Menu B2SA Melalui Program Pengembangan Pangan Pokok Lokal (P3L)

Pangkalan Balai – Dinas Ketahanan Pangan Banyuasin melalui Bidang Konsumsi Pangan melaksanakan Sosialisasi Pengembangan Menu B2SA Melalui Program Pengembangan Pangan Pokok Lokal (P3L). Kegiatan berlangsung di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin, Senin (26/3). Peserta sosialisasi berasal dari Pelaku Usaha Pangan Lokal seKabupaten Banyuasin dan Penyuluh Pendamping Pertanian Kabupaten Banyuasin. Hadir sebagai narasumber Hj. Nariman Kiptiah, S.P., M.M dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin Ir. Hj. Anna Suzanna, M.Si dalam sambutannya menjelaskan program penganekaragaman atau diversifikasi pangan merupakan implementasi dari Undang – Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Peraturan tersebut kini menjadi acuan untuk mendorong upaya penganekaragaman konsumsi pangan dengan cepat melalui basis kearifan lokal serta kerja sama terintegerasi antara Pemerintah Daerah dan masyarakat.

‘Hingga kini pangan lokal masih dianggap sebagai pangan inferior sehingga perlu diangkat citranya, diproses atau diolah salah satunya menjadi tepung. Pengolahan pangan bertujuan untuk meningkatkan nilai guna dan ekonomi,”tambahnya.

Pengembangan Pangan Pokok Lokal (P3L) bertujuan untuk mengembalikan kesadaran masyarakat  untuk kembali pada konsumsi pangan pokok asalanya melalui penyediaan bahan pangan selain beras dan terigu. Tujuan lainnya mendorong msyarakat mengokonsumsi sumber karbohidrat non beras non gandum dengan menggunakan bahan lokal.

Sementara itu Plh. Bidang Konsumsi Pangan Suparmo mengatakan bahwa yang harus dilakukan untuk pengembangan pangan pokok lokal yakni merubah pola pikir (mindset) masyarakat bahwa makan tidak selalu nasi. Selain itu juga yang harus dilakukan adalah mempromosikan, mengkampayekan dan mensosialisasikan secara intensif untuk konsumsi pangan lokal melalui media audio visual, cetak dan elektronik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*